JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Sebab, dia menilai kerusakan hutan di kawasan Tapanuli, Sumatra Utara (Sumut), disebabkan operasional TPL.
"Saya menolak TPL itu sebenarnya sejak saya lihat sendiri waktu saya Menperindag, waktu saya pergi ke Toba ke gereja HKBP di Pearaja. Saya lewat TPL, saya lihat ada demo. Terus pembantu saya bilang ini demo mengenai PT Indorayon (sebelum berubah nama menjadi Toba Pulp Lestari)," ujar Luhut dalam video yang diunggah lewat akun Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (12/1/2026).
Dia menjelaskan, para demonstran saat itu mengeluhkan operasional TPL merusak lingkungan.
"Nah waktu zamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ, ini kita suspend saja, kita tutup saja. Waktu itu banyak lah ramai bahwa ekonominya juga tidak baik," kata dia.
Menurut Luhut, TPL sempat ditutup sementara. Namun, perusahaan itu dibuka kembali.
Dia menuturkan, kerusakan hutan paling masif yang terjadi di kawasan Tapanuli disebabkan oleh TPL.