Luhut Ungkap Bansos Berbasis AI Diluncurkan Oktober 2026, 50 Juta Warga Jadi Sasaran

Tangguh Yudha
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: iNews.id/Tangguh)

Luhut menilai digitalisasi bansos dapat mendorong mekanisme pasar yang lebih transparan. Sistem tersebut juga diharapkan mengurangi interaksi langsung antara petugas dan penerima bantuan.

Menurut dia, pola tersebut dapat menekan potensi penyimpangan dalam proses penyaluran bansos.

"Jadi di lapangan nanti akan jadi market mechanism, jadi membuat kita lebih transparan, membuat kita lebih adil, dan membuat kita lebih ya kurang korupsi pasti, karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia. Jadi semua berbasis dibangun ekosistem untuk bekerja dengan ekosistem tadi," ujarnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Yusril Respons Usulan Luhut soal Kerugian Negara Bukan Korupsi: Perlu Dikaji Mendalam

2 hari lalu

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp2.326 Triliun dalam Sehari, Ini Penyebabnya

4 hari lalu

Luhut Usul Unsur Kerugian Negara Dihapus, Anggota DPR Khawatir Korupsi Merajalela

5 hari lalu

Klarifikasi Luhut soal Definisi Korupsi, Tegaskan Tak Usul Hapus Unsur Kerugian Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal