Aliansi mahasiswa Komite Sadar terdiri atas mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di antaranya UI, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Hafidz mengatakan mahasiswa dari Kalimantan turut diundang untuk menyampaikan persoalan yang dirasakan masyarakat di wilayah tersebut, termasuk dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Hari ini ada dari ULM dari Kalimantan. Kami mengundang mereka karena merekalah sebenarnya perwakilan dari Kalimantan gitu yang merasakan sesaknya nafas dan sebagainya. Terus ada kawan-kawan dari UB (Universitas Brawijaya), kawan-kawan dari Universitas Gadjah Mada, kawan-kawan dari PNJ, kawan-kawan dari Undip, kawan-kawan dari UPN Jogja, kawan-kawan dari ITB, kawan-kawan dari Unair, dan sebagainya," jelasnya.
Dalam aksi tersebut, aliansi mahasiswa Komite Sadar membawa lima tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, kebebasan sipil, pemberantasan korupsi, hingga pendidikan.
Berikut lima tuntutan yang akan disuarakan dalam demonstrasi di Tugu Tani:
1. Menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, mengadili korporasi, dan memulihkan ekosistem.
2. Membenahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial.
3. Menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi.
4. Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5. Menurunkan biaya pendidikan serta mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat.