"Oleh sebab itu, saya katakan informasinya itu yang sampah, informasi bahwa dia menyerahkan surat ke Presiden itu loh yang sampah," ujarnya.
Veronica Koman sebelumnya menyebut timnya berhasil menyerahkan surat ke Jokowi saat di Canberra. Surat itu disebut berisi data nama dan lokasi tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar.
Mahfud MD tidak mengetahui kebenaran pengakuan Veronica Koman itu. Dia mengaku ada banyak surat dari masyarakat yang disampaikan ke Jokowi.
"Lho enggak tahu, kita kan banyak amplop masuk di situ. Banyak map masuk kita tampung semua, kan ini baru pulang dari Australia. Masa mau dibaca di Australia, kan tumpuk dulu, nanti diproses satu-satu lalu dibaca," kata Mahfud.