Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Ingatkan 7 Sumber Rawan Korupsi

Irfan Ma'ruf
Diskusi Polemik MNC Trijaya bertema Kepala Daerah Terjerat, Siapa Tanggung Jawab di Cikini (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik Piliang mengingatkan kepada seluruh kepala daerah mengenai sumber rawan korupsi yang kini dicermati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada tujuh area yang rentan terjadi penyelewengan.

“Agar kepala daerah menghindari tujuh area rawan korupsi. Pertama proses perencanaan APBD, kedua penarikan neraca dan distribusi, ketiga soal pengadaan barang dan jasa. Walaupun sudah ada regulasi yang jelas, tetapi tetap ada ruang bagi pelaku korupsi,” kata Akmal dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertema Kepala Daerah Terjerat, Siapa Tanggung Jawab di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Sumber rawan korupsi keempat berupa hibah dan bantuan sosial. Kelima perjalanan dinas dan keenam persoalan perizinan. Akmal mengatakan, area rawan korupsi terakhir berkaitan dengan mutase jabatan. Menurut dia, ini sumber rawan korupsi paling mudah ditemui karena kepala daerah mempunyai wewenang di wilayahnya.

Akmal berharap, perkara ini dapat dicegah maapun diantisipasi oleh semua pihak. Dia meminta masyarakat sebagai pemilih, partai pengusung serta pemerintah untuk melakukan evaluasi agar perilaku korupsi dapat diminimalisir.
"Saya kira ini menjadi sebuah momentum bersama untuk muhasabah diri, untuk melihat apa yang salah," ucapnya.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto
Artikel Terkait
Nasional
14 jam lalu

KPK: Total Gratifikasi Sepanjang 2025 Tembus Rp16,4 Miliar

Nasional
2 hari lalu

KPK Ungkap Potensi Kerugian Negara Imbas Kerusakan Hutan Tembus Rp175 Triliun

Nasional
2 hari lalu

Polri Tetapkan 2 Eks Pejabat Kementerian ESDM Jadi Tersangka Korupsi Proyek Penerangan Jalan

Nasional
2 hari lalu

KPK Periksa 15 Saksi terkait Kasus Kajari HSU, Dalami Pemotongan Anggaran Internal Kejari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal