Anwar mengingatkan perbedaan teknis atau ijtihadi dalam penentuan awal Ramadan tidak menyentuh persoalan akidah yang bersifat prinsipil (qath’i). Karena itu, umat Islam diminta tetap menjaga ukhuwah dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.
Selain itu, dia juga mengajak umat menjalankan puasa secara paripurna, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama.
“Kita harus mempuasakan seluruh anggota tubuh dari hal-hal yang dilarang agama. Mulut dijaga agar tidak menyakiti, berdusta, atau memfitnah. Tangan juga harus dipuasakan dari menulis hal-hal yang mengadu domba di media sosial. Mari kita melahirkan jiwa yang penuh kasih sayang dan kemanusiaan,” tutur dia.