Menag Sebut Jangan Pilih Pemimpin Bermulut Manis, Partai Perindo: Pernyataan Normatif dan Rasional

Dimas Choirul
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan, Abdul Khaliq Ahmad. (Foto: Perindo)

"Apalagi, menjadikan agama sebagai sesuatu yang menjadi alat kepentingan politiknya. Kalau agama dijadikan sebagai alat kepentingan politik maka agama akan terdegradasi nilai-nilai sakralnnya," jelasnya.

Dengan demikian, Abdul Khaliq mengingatkan kepada masyarakat agar lebih dewasa menyikapi pernyataan Menag tersebut. Sebab, Indonesia merupakan negara demokrasi yang bebas memberikan pendapat apapun.

"Jadi saya kira perlu diapresiasi, dalam kaitan dengan pendewasaan demokrasi. Karena demokrasi memerlukan suatu sikap yang objektif dan agama dan demokrasi punya nilai yang kompatibel," pungkasnya.

Sebelumnya ketika memberikan sambutan saat menghadiri acara doa bersama Majelis Nichiren Shoshu Buddha di Solo, Jawa Tengah.

Menag Yaqut mengingatkan agar masyarakat melihat rekam jejak capres pada Pilpres 2024.

Menag Yaqut mengingatkan agar tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai kepentingan politik.

"Harus lihat rekam jejaknya. Jangan karena bicaranya enak, mulutnya manis, mukanya ganteng itu dipilih. Jangan asal begitu,” ujar Menag Yaqut.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Tak Cuma Eks Menag Yaqut, Aliran Fee Percepatan Haji Juga Mengalir ke Sejumlah Pejabat di Kemenag

Nasional
20 jam lalu

Simpatisan Protes Penahanan Eks Menag Yaqut: KPK Zalim!

Nasional
20 jam lalu

Penampakan Eks Menag Yaqut Pakai Rompi Oranye KPK dan Diborgol

Nasional
21 jam lalu

Eks Menag Yaqut Diperiksa KPK, Massa Banser Geruduk Gedung Merah Putih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal