Menag: Sidang Isbat Mekanisme Resmi Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan

Felldy Aslya Utama
Menag Nasaruddin Umar. (Foto: Binti Mufarida)

Kriteria tersebut menetapkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 6,4 derajat. Menurut dia, ketentuan ini bersifat lebih empiris karena didasarkan pada data pengamatan astronomis yang lebih akurat.

Sebelumnya, kata dia, rukyatul hilal menggunakan kriteria 2 derajat. Namun berdasarkan riset, hilal pada ketinggian tersebut hampir mustahil terlihat.

Sehingga, kriteria yang menjadi acuan dinaikkan menjadi 3 derajat untuk kepastian yang lebih tinggi. Sementara elongasi 6,4 derajat merujuk pada batas fisis (danjon limit) yang memungkinkan hilal dapat diamati.

“Kalau kita lihat perhitungan teknologi saat ini, wujud hilal (saat terbenam matahari di Indonesia) masih dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi hampir mustahil bisa dirukyat,” tuturnya.

Dia menambahkan selain faktor ketinggian dan elongasi, kondisi cuaca seperti mendung juga menjadi tantangan. 

“Jadi memang berlapis-lapis tantangannya. Bisa saja hari ini mendung, atau ketinggian hilal dan sudut elongasinya rendah. Semua itu kita pertimbangkan secara cermat,” ucap dia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
12 jam lalu

Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Tentukan Awal Ramadan 2026

Nasional
14 jam lalu

Kapan Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 2026? Simak Jadwalnya

Muslim
2 hari lalu

Jadwal Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026, Ini Proses dan Lokasi Rukyatul Hilal

Muslim
2 hari lalu

Awal Puasa Ramadhan 2026 Hari Apa? Ini Jadwal Sidang Isbat Kemenag

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal