Nasaruddin menjelaskan, kehadiran ribuan perempuan penghafal Alquran dinilai sebagai aset sumber daya manusia (SDM) yang strategis untuk pembangunan moral bangsa.
"Saya sangat mengapresiasi pemandangan luar biasa ini. Ribuan hafizah berkumpul dalam satu forum adalah potensi besar yang harus kita berdayakan secara optimal untuk kemaslahatan umat dan bangsa," ujarnya.
Oleh karena itu, Nasaruddin berharap, Pemerintah Kabupaten Kendal untuk terus bersinergi dalam membina lembaga tahfidz. Menurutnya, membaca Alquran harus dilakukan dengan kesadaran penuh akan keagungan Tuhan.
"Para hafizah diharapkan tidak berhenti pada kemampuan tekstual semata, namun terus meningkatkan kapasitas diri hingga mampu membumikan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat," imbau Nasaruddin.