“Nggak masalah kalau saya. Saya yakin nggak akan masalah. Karena ini bukan pengalaman pertama ini. Ini pada waktu jaman Covid itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25 persen. Kemendagri itu 25 persen, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi kita punya pengalaman,” ujar dia.
Dia menilai, pemerintah daerah juga siap jika kebijakan tersebut diterapkan kembali, meski tetap memerlukan penyesuaian, terutama bagi kepala daerah yang baru menjabat.
“No problem. Ya, pemda juga ada banyak pengalaman. Cuma mungkin karena daerah ini ada kepala daerah baru, nanti saya akan kasih penjelasan pada mereka. Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan,” katanya.
Sebagai informasi, pemerintah berencana menerapkan kebijakan WFH untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara nasional akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Salah satu skema yang diwacanakan adalah WFH satu hari dalam sepekan.