Mengenal Laboratorium Geologi PHR, Pusat Data Pengembangan Sumur Blok Rokan

Anindita Trinoviana
PHR memiliki laboratorium geologi yang menyimpan sekitar 17 ribu sampel batuan pengeboran sumur (core sampel). (Foto: dok Pertamina Hulu Rokan)

Pjs VP Asset Development, Mochamad Taufan mencontohkan bahwa saat terjadi pembentukan kerak (scale) pada pompa dan peralatan bawah permukaan di suatu sumur, endapan kerak yang terbentuk dapat menghambat aliran fluida, mengurangi efisiensi produksi, yang berpotensi menyebabkan kegagalan di pompa bawah permukaan dan meningkatkan biaya operasi.

“Ketika ada masalah, kami kembali ke pangkal. Tim menganalisa data fluida terproduksi untuk memahami kecenderungan terbentuknya endapan kerak di suatu sumur. Fluida yang terproduksi tersebut tentu sangat erat kaitannya dengan jenis batuan dan sedimen yang ada di lapangan tersebut sehingga dengan memahami karakteristik batuan, akan sangat membantu dalam mencari solusi atas persoalan tersebut,” kata Taufan.

Hasil analisa menelurkan insiatif-inisiatif baru untuk mengatasi masalah scaling. Salah satunya proses uji coba metode baru pada tiga sumur produksi baru-baru ini, menunjukkan terjadinya pengurangan pembentukan scale secara signifikan, sehingga PHR berhasil mengembalikan potensi produksi yang hilang atau Lost Production Opportunity (LPO) hingga 2.000 barel minyak dari tiga sumur.

“Perlambatan pembentukan scale tentu saja sekaligus mengurangi biaya perawatan sumur. Well Service sumur yang sebelumnya dilakukan sekali dalam dua bulan, kini menjadi sekali dalam empat bulan atau lebih. Uji coba ini berpotensi memangkas biaya perawatan dan mengembalikan potensi produksi hingga Rp2,4 miliar dari tiga sumur uji coba,” tutur Taufan.

Selain sebagai sumber data dalam menjawab tantangan di lapangan, laboratorium geologi PHR kerap menjadi rujukan tim peneliti dalam merencanakan pengembangan area baru.

“Kami tengah melakukan analisa lapisan batuan dan sedimen yang pernah diambil dari lapangan Duri. Mulai sejak 1950-an hingga yang terakhir,” ujar Sedimentologist Lemigas Agus Priyantoro.

Agus menambahkan, bahwa data dari core lab ini akan dianalisa lebih lanjut untuk mengetahui cadangan potensial baru dari lapangan ini, serta sebagai dasar dalam menentukan teknologi yang akan digunakan untuk mengekstraksinya.

Dengan memahami karakteristik batuan reservoir, lanjut Agus, perusahaan dapat merancang metode pengeboran yang lebih efektif.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
Bisnis
12 jam lalu

Pastikan Emas Nasabah Aman, Pegadaian Optimalisasi Cetak Emas Fisik

Nasional
19 jam lalu

Pilot Project Digitalisasi Bansos Diperluas, 78 Persen Daerah di Luar Pulau Jawa

Nasional
1 hari lalu

Ketika Algoritma Bertemu Intuisi Insinyur: Kisah PHR Mengelola Defisit Energi di Blok Rokan

Bisnis
2 hari lalu

Ide Bisnis 2026 Laris Manis Banjir Cuan, Ini Rahasianya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal