Yang membuat tragedi ini semakin menyayat adalah fakta bahwa sebagian besar korban meninggal dalam kondisi terbakar hingga proses identifikasi membutuhkan bantuan forensik. Beberapa korban selamat bahkan harus melompat keluar dari bus demi menyelamatkan diri dari kobaran api.
Ini menunjukkan bahwa kecelakaan transportasi di Indonesia sering kali berubah menjadi bencana berlapis: mulai dari infrastruktur buruk, lemahnya mitigasi keselamatan, hingga minimnya perlindungan terhadap penumpang angkutan umum.
Tragedi Bus ALS ini seharusnya menjadi titik balik evaluasi besar terhadap tata kelola keselamatan transportasi dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Indonesia. Sebab pada akhirnya, para korban bukan meninggal hanya karena takdir, tetapi karena ada rantai kelalaian pelayanan publik yang dibiarkan berlangsung terlalu lama.