JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan dokter umum yang bertugas di puskesmas akan mendapatkan pelatihan khusus untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan skrining penyakit hati hingga tingkat fasilitas kesehatan primer.
Menurut Menkes Budi, pelatihan diperlukan agar puskesmas dapat berperan lebih besar dalam mendeteksi kasus Hepatitis B sejak dini. Dengan begitu, masyarakat tidak harus menunggu pemeriksaan di rumah sakit untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Ia menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan sistem layanan yang memungkinkan skrining awal penyakit hati dilakukan langsung di puskesmas. Untuk mendukung hal tersebut, kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama akan diperkuat.
"Semua skrining itu yang awal bisa dilakukan di puskesmas. Dokter GP-nya (dokter umum) kami latih, sehingga ada basic yang bisa dilakukan di puskesmas," kata Budi di acara talkshow Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 bertema 'Solid Habits Strong Liver' di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menkes menilai pendekatan ini penting mengingat jumlah penderita Hepatitis B di Indonesia mencapai jutaan orang. Karena itu, penanganan penyakit tersebut tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit.