Dia mencontohkan Thailand sebagai salah satu negara yang berhasil memperluas layanan Hepatitis B hingga tingkat pelayanan kesehatan primer. Menurutnya, model tersebut dapat menjadi acuan untuk diterapkan di Indonesia.
Selain pelatihan bagi dokter umum, Kementerian Kesehatan juga sedang menyiapkan berbagai kebijakan pendukung agar program skrining dan pengobatan Hepatitis B di puskesmas dapat berjalan secara optimal.
Melalui program ini, pemerintah berharap lebih banyak kasus Hepatitis B dapat ditemukan lebih awal sehingga pasien bisa segera mendapatkan penanganan dan terhindar dari komplikasi serius seperti sirosis maupun kanker hati.