Budi menegaskan, masalah kesehatan mental pada anak tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga lingkungan sekitar seperti keluarga, pertemanan, dan lingkungan pendidikan.
"Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik," katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Kesehatan menargetkan perluasan skrining Program Cek Kesehatan Gratis hingga menjangkau 25 juta anak di seluruh Indonesia.