Aspek mitigasi bencana menjadi salah satu alasan pemilihan tempat tersebut. Seperti diketahui, sebagian besar wilayah selatan Pacitan merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami.
Melihat potensi ancaman bencana yang ada, Menko Muhadjir meminta bangunan dirancang sedemikian rupa dan memerhatikan standar kontruksi serta memerhatikan risiko bencana di wilayah pembangunan.
"Bangunannya mohon sesuai dengan standar kebencanaan. Desain, arsitektur, dan konstruksinya akan dibantu dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mudah-mudahan itu betul-betul diperhatikan," ucapnya.
Untuk diketahui, Institut Islam Studies Muhammadiyah (Inismu) Pacitan merupakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang merupakan perubuhan bentuk dari STIT Muhammadiyah Pacitan.
Inismu Pacitan berdiri pada tanggal 11 Maret 1989 dan saat ini memiliki tiga fakultas dan enam program studi yaitu Fakultas Tarbiyah mengelola program studi Pandidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru MI/SD (PGMI-SD), dan Pendidikan Islam untuk Anak Usia Dini (PIAUD) atau dikenal dengan PGRA.
Sementara, dua fakultas lainnya yaitu Fakultas Ekonomi Islam mengelola prodi Ekonomi Syariah serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam yang mengelola Prodi Pengembangan Masyarakat Islam atau yang sering disebut kesejahteraan sosial/kesos.