Prasetyo mengatakan, bahwa dalam pembahasan awal, pemerintah mempertimbangkan penerapan WFH minimal satu hari dalam seminggu.
"Berkenaan dengan yang tadi disampaikan itu adalah salah satu, salah satu bentuk mungkin akan diberlakukan untuk work from home, paling tidak satu, satu hari dalam satu minggu," tuturnya.
Prasetyo kembali memastikan bahwa kebijakan ini masih dikaji untuk segera difinalkan.
"Sedang kita godok untuk kita finalkan untuk sesegera mungkin akan kita sampaikan kepada masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Prasetyo meluruskan bahwa kebijakan WFH tidak akan berlaku untuk semua sektor. Khususnya, sektor pelayanan publik, industri, dan perdagangan masih dalam kajian.
"Perlu saya luruskan juga ya bahwa apa namanya itu berlakunya (WFH) nanti kan untuk sektor-sektor tertentu ya," kata dia.
"Jadi supaya tidak disalahpahami bahwa misalnya sektor yang berbentuk pelayanan, sektor industri, perdagangan tentu itu kan mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan-kebijakan tersebut. Makanya minta waktu untuk itu kita matangkan," ucapnya.