Mentan Sebut Negara Lain Kiamat jika RI Setop Ekspor Sawit: Lebih Dahsyat dari Bom Atom

Tangguh Yudha
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (Foto: Tangguh Yudha)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut negara-negara lain bisa menghadapi dampak besar atau bahkan mengalami 'kiamat' jika Indonesia menghentikan ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Pasalnya, Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia yang memasok kebutuhan sejumlah negara besar.

Menurut Amran, sawit memiliki daya tawar strategis di tingkat internasional. Bahkan, dia menilai penghentian pasokan komoditas tersebut dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan efek bom atom maupun nuklir.

"Contoh bahwa ini bisa mengubah dunia. Ini jauh lebih dahsyat (daripada) bom atom. Ini jauh lebih dahsyat daripada nuklir. ini bisa mengubah peta dunia. Sawit ini kita produsen terbesar dunia. Ekspor kita ke India, China, Pakistan, Amerika, dan sebagainya," kata Amran dikutip dari keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Dia menggambarkan besarnya ketergantungan negara lain terhadap pasokan sawit Indonesia. Menurutnya, jika ekspor dihentikan dan seluruh produksi dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, negara-negara tujuan ekspor akan merasakan dampak signifikan.

"Pertanyaan saya, kalau ini dihentikan, lalu dijadikan biosolar di dalam negeri, kiamat tidak negara lain? Kiamat ya," lanjutnya.

Amran menilai pemanfaatan sawit untuk kebutuhan energi domestik juga dapat memperkuat kemandirian Indonesia.

Dengan mengoptimalkan komoditas tersebut sebagai bahan baku biosolar, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
12 jam lalu

Bahlil Larang Ekspor SDA Transit, Minta Langsung Dikirim ke Negara Tujuan

13 jam lalu

Petani Sawit Berpotensi Tinggalkan Sertifikasi RSPO, Ini Penyebabnya

19 jam lalu

Ekspor RI Tembus 221,23 Miliar Dolar AS hingga September 2026, Naik 5,58 Persen

2 hari lalu

Komisi IV DPR Soroti Praktik Pengoplosan Beras SPHP, Minta Pengawasan Diperketat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal