Menag Yaqut pun mengapresiasi bentuk kesalehan sosial yang telah dilakukan oleh berbagai pihak saat Ramadan, salah satunya dengan taat menjaga protokol kesehatan (prokes) serta kondusivitas dalam peribadatan.
"Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama dan masyarakat, alim ulama, ormas islam, pengelola media, insan pers, para dermawan, TNI/Polri, hingga para tenaga medis yang terus berjuang menyelamatkan pasien Covid-19," tutur Menag.
Dia pun mengajak berbagai pihak agar dapat memanfaatkan momentum Idulfitri ini untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir dan tahmid. Lalu mengingatkan seluruh umat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam berlebaran.
"Karena masih pandemi, mari beribadah dan berlebaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," kata Yaqut.
Demi menjaga protokol kesehatan, ia mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan takbiran dan salat Idulfitri di rumah. "Saya juga akan takbiran di rumah bersama keluarga inti, anak-anak dan istri. Kamis pagi, saya akan menjadi imam dan khatib Salat Id di rumah. Saya akan menyampaikan pesan khatib tentang hikmah puasa dan spirit Idulfitri di tengah pandemi," ujar Menag.