"Pada dasarnya sih orangnya terlihat baik, terlihat biasa, cuma memang kan kita ini terkendala sama komunikasi bahasa. Bahasa Inggrisnya gimana, bahasa Arabnya gimana, kita ngomong Jawa pun dia nggak paham," tambahnya.
Lebih lanjut, Nurgiyanto mengaku tak menyangka sapaan terakhir pelaku kepadanya merupakan sebuah firasat buruk.
"Sehari sebelumnya, saya sempat ketemu, berpapasan dengan motor dan juga mengucap salam kepada saya. Saya sama sekali tidak menyangka hal itu terjadi," tutupnya.