Moeldoko : TNI Harus Taruh Cangkul di Depan, Senjata Dikalungkan ke Belakang

Fahreza Rizky
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan operasi militer yang dilakukan di Papua untuk pengamanan perbatasan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Indonesia tidak lagi menggunakan pendekatan militer ke Papua. Namun melakukan pendekatan yang komprehensif. 

Hal ini dikatakan dia saat bertemu dengan Duta besar Selandia Baru untuk Indonesia Kevin Burnett, di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (4/1/2022).

"Sejak awal, pemerintah Indonesia memahami dan menyadari bahwa isu Papua tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendekatan militer," kata Moeldoko.

"Pendekatan komprehensif jauh lebih dikedepankan, karena masalah pendidikan, masalah kesehatan dan kemiskinan harus kita selesaikan dan ini penting bagi Indonesia," lanjutnya.

Untuk itu, lanjutnya, baru-baru ini pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2020 yang isinya adalah percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat yang programnya dipimpin oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
4 jam lalu

KPK Telusuri Dana Operasional Gubernur Papua 2022 Fiktif, Nilainya Tembus Triliunan

1 hari lalu

TNI Ungkap Masih Ada Warga Disandera KKB di Papua, Operasi Pengejaran Diperketat

18 jam lalu

Konflik Papua Kembali Memanas, Panglima Sebut Penyelesaian Tak Cukup oleh TNI Saja

1 hari lalu

TNI bakal Masuki Usia ke-81, Panglima Perintahkan Prajurit Siap Berubah Hadapi Perang Modern

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal