Dengan dukungan udara itu, pasukan pendarat bergerak menggunakan kapal pendarat dan perahu karet untuk merebut dua sasaran tumpuan pantai.
"Pelaksanaan demonstrasi pendaratan amfibi dalam Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, menguji kesiapan operasional, serta memperkuat interoperabilitas antara TNI dan ADF dalam melaksanakan operasi gabungan," tulis keterangan Dispenal, Jumat (16/10/2026).
TNI AL berharap, Indonesia dan Australia dapat memperkuat diplomasi militer sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Latihan tersebut juga sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.