MoU Lintas Kementerian Diteken, 4 Candi Bersejarah jadi Pusat Ibadah dan Spritualitas Dunia

Tim iNews
Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama jajaran lintas kementerian usai penandatanganan kerja sama atau MoU pemanfaatan empat candi bersejarah sebagai pusat ibadah. (Foto: Dok.Humas Kemenag)

Dia menilai keberadaan candi juga dapat menjadi ruang temu antara agama, ilmu pengetahuan, kebudayaan, pariwisata, dan perekonomian masyarakat.

Maka itu, Pratikno menekankan pentingnya memastikan umat Hindu dan Buddha dapat beribadah dengan tenang di candi-candi tersebut serta dapat menjalankan kegiatan keagamaan, tanpa mengesampingkan aspek pelestarian warisan budaya.

"Kita adalah negara yang penuh toleransi, Bhinneka Tunggal Ika. Selain umat beribadah dengan tenang, candi juga harus tetap lestari," ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan MoU tersebut membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, termasuk umat Islam, Hindu, Buddha, serta pemeluk agama lainnya. "Ini adalah sebuah ujian dan kita harus lulus dari ujian ini," kata Pratikno.

Pratikno menambahkan, pemanfaatan candi harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekitar. Karena itu, pengembangan kawasan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan industri pariwisata, tetapi juga memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi.

Dia mencontohkan kawasan Borobudur yang telah mengembangkan konsep penginapan berbasis masyarakat melalui homestay.

"Ini contoh bahwa kita harus membangun ekosistem. Bukan hanya industri pariwisata yang tumbuh, tetapi masyarakat sekitar objek pariwisata harus menikmati," katanya.

Pemerintah, lanjut dia, perlu memperpanjang lama tinggal wisatawan atau length of stay sekaligus mendorong peningkatan belanja wisatawan di masyarakat lokal.

Dengan demikian, keberadaan candi diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat, bukan sekadar menjadi destinasi kunjungan.

Pelaksanaan MoU ke depan membutuhkan kerja lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Agama diharapkan memastikan kehidupan keagamaan umat dapat difasilitasi dengan penuh toleransi, Kementerian Kebudayaan menjaga pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya, sementara Kementerian Pariwisata mendukung pengembangan wisata religi berkelanjutan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
4 bulan lalu

Momen Sakral Puncak Waisak, Ribuan Lampion Diterbangkan di Candi Borobudur

4 bulan lalu

Khidmat, Ribuan Umat Buddha Ikuti Detik-Detik Waisak di Candi Borobudur

11 jam lalu

Perguruan Tinggi Islam Tembus 10 Besar Nasional Kampus Hijau UI GreenMetric 2026

29 hari lalu

Andrea Bocelli Konser di Candi Borobudur dan Jakarta, Catat Tanggal dan Harga Tiketnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal