Muhammadiyah dan DMI Dorong Reformasi Digitalisasi Masjid

Irfan Ma'ruf
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammdiyah, Haedar Nashir. (Foto: ANTARA)

Di Muhammadiyah sendiri, kata Haedar, pendidikan yang adaptif untuk generasi milenial sudah mulai dijalankan melalui dua sistem pengajaran, yaitu sekolah umum maupun agama dan madrasah diniyah. Kedua sistem tersebut lalu dikombinasikan dengan kurikulum yang terintegrasi.

Haedar menuturkan, Muhammadiyah mempunyai konsentrasi pendidikan yang holistik dengan mengintegrasikan pendidikan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Dalam lingkungan masyarakat, pusatnya ada di masjid dan madrasah.

Wakil Ketua Umum DMI Komjen Pol Syafruddin berpendapat, masalah radikalisme dan terorisme menjadi bagian dari ancaman generasi hari ini. Karena itu, dia menegaskan perlunya penanggulangan kedua masalah itu dengan mengembangkan potensi masjid yang dimiliki umat.

“Ada 800.000 lebih masjid di Indonesia. Dapat dibayangkan jika masjid-masjid itu dimanfaatkan sebagai pusat pemberdayaan umat, tentunya dapat mengatasi kesenjangan ekonomi dan sosial yang selama ini masih menjadi embrio radikalisme,” kata Syafruddin.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Demonstrasi di Iran Tak Terkendali, Masjid-Masjid Dibakar

Nasional
5 hari lalu

Anwar Abbas Respons Polemik Materi Pandji di Mens Rea: Bangsa Ini Butuh Kritik

Nasional
5 hari lalu

Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Tak Terlibat dalam Pelaporan Pandji Pragiwaksono ke Polisi

Nasional
5 hari lalu

PP Muhammadiyah Tak Akui Kelompok yang Laporkan Pandji ke Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal