PBB menyatakan, Yaman menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
Selain konflik, kemerosotan ekonomi, dan pandemi Covid-19, kurangnya sumbangan pada 2020 turut berkontribusi pada memburuknya krisis kemanusiaan. Empat badan PBB tersebut mengaku hanya menerima 1,9 miliar dolar AS dari total 3,4 miliar dolar yang dibutuhkan sebagai dana tanggap kemanusiaan.
Konflik di Yaman dimulai dengan perebutan kekuasaan dari pemerintahan sah yang dilakukan pemberontak Houthi pada 2014. Setahun kemudian, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk memulihkan pemerintah Yaman yang digulingkan di Ibu Kota Sanaa.