MUI Minta Kasus M Kece dan Yahya Waloni Dijadikan Pembelajaran Berharga

Raka Dwi Novianto
Youtuber Muhammad Kece melambaikan tangan saat tiba di Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021) (Foto: Puteranegara Batubara)

JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar kasus ujaran kebencian hingga penodaan agama yang dilakukan oleh Muhammad Kece dan Yahya Waloni bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.

"Jadi dua kasus yang terakhir seperti M Kece dan Yahya Waloni itu harus menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua agar tidak menimbulkan sikap apriori dalam kehidupan beragama," ujar Amirsyah Tambunan dalam diskusi secara daring, Sabtu (28/8/2021).

Menurut Amirsyah, kehidupan beragama seharusnya dapat menjadikan cara berpikir, cara bertutur kata untuk lebih maju dalam mendorong sebuah peradaban bangsa yang bermartabat dan berdaulat.

"Sebab bangsa ini kalau dibiarkan polarisasi beragama yang ekstrem ke kiri, ekstrem ke kanan ini bangsa ini berada pada posisi yang sangat mengkhawatirkan. Terus terang saya mengatakan ini karena saya merasakan bagaimana praktik-praktik kehidupan beragama di tengah-tengah masyarakat yang semakin hari menimbulkan polarisasi," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Penetapan Idulfitri 1447 H Berbeda, MUI Imbau Masyarakat Sikapi dengan Toleransi

Nasional
12 hari lalu

MUI Ungkap Pentingnya Sidang Isbat: Bentuk Pengaturan dari Negara

Nasional
12 hari lalu

Idulfitri 2026 Berpotensi Berbeda, MUI: Tunggu Sidang Isbat Pemerintah

Nasional
18 hari lalu

Marak Pengemis Eksploitasi Anak jelang Lebaran, MUI Minta Pemerintah Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal