Zainut juga mengungkapkan, MUI memandang sejarah perjalanan bangsa hendaknya diletakkan sebagai sumber kearifan untuk memperkuat fondasi kebangsaan.
MUI mengimbau masyarakat luas untuk mengedepankan sikap husnuzan (prasangka baik) dan membudayakan tabayun (klarifikasi) terhadap setiap informasi yang beredar.
“Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kita jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang terfragmentasi. Mari kita lihat setiap pernyataan dari kacamata persatuan yang lebih luas,” katanya.