Indri menjelaskan, pemilihan wilayah tersebut bertujuan memastikan perluasan vaksinasi HPV tidak membuat pelayanan imunisasi rutin lainnya terabaikan.
"Itu daerah-daerah (3 provinsi baru) yang cakupan imunisasi rutinnya sudah cukup baik," katanya.
Vaksin HPV selama ini kerap dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks pada perempuan. Padahal, virus tersebut juga dapat menginfeksi laki-laki dan meningkatkan risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker penis, kanker anus, serta kanker orofaring.
Ahli Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis Anak, Prof Hinky Hindra Irawan Satari, menjelaskan bahwa HPV tidak hanya menyerang perempuan.
Karena itu, vaksinasi pada anak laki-laki juga menjadi bagian dari upaya pencegahan infeksi HPV dan penyakit yang dapat ditimbulkannya.