BPS mengidentifikasi tiga negara yang menjadi pasar utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia, yakni China, Amerika Serikat, serta India.
Gabungan kontribusi dari ketiga negara ini menyentuh angka 44,52 persen dari keseluruhan total ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-April 2026.
China tetap berada di posisi teratas sebagai pasar utama dengan nilai 22,76 miliar dolar AS (25,93 persen), disusul Amerika Serikat dengan nilai 10,17 miliar dolar AS (11,59 persen), dan India sebesar 6,14 miliar dolar AS (7,00 persen).
Ekspor nonmigas ke China pada caturwulan pertama tahun 2026 didominasi oleh produk besi dan baja, nikel beserta barang turunannya, serta komoditas bahan bakar mineral. Sementara itu, untuk pasar Amerika Serikat, pengiriman didominasi oleh produk mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesori rajutan.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia secara kumulatif sampai April 2026 tercatat sebesar 86,51 miliar dolar AS, atau mengalami kenaikan 13,40 persen dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya.