Terdapat delapan sektor strategis yang menjadi fokus forum, yakni sumber daya strategis dan hilirisasi, energi dan ketenagalistrikan, mobilitas dan manufaktur maju, infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI), pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
"New Asia Forum membawa modal global jangka panjang lebih dekat dengan peluang yang sedang diciptakan di Indonesia dan kawasan yang lebih luas," ujar Rosan dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).
Penyelenggaraan perdana New Asia Forum di Bali dijadwalkan menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin, lebih dari 100 pembicara, serta lebih dari 40 sesi selama dua hari. Acara ini akan berlangsung secara terbatas berdasarkan undangan.
Selain mempertemukan investor dengan peluang investasi, forum tersebut dirancang untuk memfasilitasi kemitraan dan memantau perkembangan komitmen investasi dari satu penyelenggaraan ke penyelenggaraan berikutnya.
Penyelenggara juga menempatkan forum ini sebagai upaya menjembatani potensi pertumbuhan ekonomi Asia dengan kebutuhan modal internasional jangka panjang.
Dalam siaran persnya, New Asia Forum mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF) 2025 yang menyebut kawasan Asia Pasifik menghasilkan hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global. Namun, kawasan tersebut dinilai masih menarik modal internasional jangka panjang dalam porsi yang belum sebanding dengan potensinya.