Teguh juga mengungkapkan tim BMKG menemukan jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores. Run-up tertinggi tercatat 2,68 meter di Desa Salama, disusul 2,42 meter di Tadu Tengah, 2,39 meter di Dusun Tompong, dan 2,24 meter di Nanga Dero.
Sementara itu, inundasi terjauh mencapai 145 meter di Nampar Sepang, 136 meter di Desa Salama, dan 60 meter di Tadu.
Akibat tsunami tersebut, dua rumah tersapu di Desa Salama. Secara keseluruhan, 23 rumah terlanda tsunami di Desa Salama, Dusun Nampar, Desa Tadu, dan Desa Nanga Dero.
"Dampak dari kejadian tsunami ini, ada dua rumah tersapu tsunami di Desa Salama dan total 23 rumah terlanda tsunami di Desa Salama, Dusun Nampar, Desa Tadu, dan juga Desa Nanga Dero," kata Teguh.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat tsunami. Teguh mengatakan masyarakat telah melakukan evakuasi setelah menerima peringatan dini tsunami dari BMKG.
"Namun demikian, tidak ada korban akibat tsunami ini karena masyarakat sudah melakukan evakuasi setelah menerima peringatan dini tsunami dari BMKG. Kemudian tim BMKG juga melakukan sosialisasi dan edukasi, baik itu melalui tokoh masyarakat, pemuka agama, dan juga masyarakat-masyarakat yang berada di titik pengungsian," tutur dia.