OJK Beberkan 4 Penyebab IHSG Ambruk sejak Awal Tahun 

Iqbal Dwi Purnama
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam acara MNC Forum ke-82 di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kamis (21/5/2026). (Foto: Iqbal Dwi Purnama)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi membeberkan empat penyebab yang menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk dari level tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) di level 9.000 ke level 6.000-an menjelang pertengahan tahun ini.

Hasan mengatakan, keempat kombinasi yang menjadi penenekan IHSG antara lain konflik geopolitik dan konflik Timur Tengah, inflasi global meningkat, transparansi pasar modal yang menjadi sorotan indeks global, hingga kekhawatiran soal integritas di pasar domestik. 

"Sejak awal 2026 kita menyaksikan dinamika pasar yang berujung pada volatilitas tinggi di pasar modal Indonesia. Bahkan belakangan muncul tekanan yang cukup berat di pasar," kata Hasan dalam acara MNC Forum ke-82 di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kamis (21/5/2026). 

Hasan menambahkan, eskalasi geopolitik membawa dampak pada distribusi komoditas, terutama energi, hingga memicu tekanan inflasi global dan tekanan fiskal serta moneter di banyak negara, termasuk Indonesia. Belum lagi pelemahan nilai mata uang di negara kawasan imbas konflik tersebut. 

"Sehingga membuat tekanan untuk saham-saham terkait di pasar modal," tuturnya.

Tekanan indeks selanjutnya juga datang dari sorotan penyedia indeks provider global terkait aspek transparansi, free float, hingga likuiditas di pasar saham Indonesia. Sebab, hal tersebut menjadi sebuah penilaian suatu saham layak untuk diinvestasikan atau tidak. 

Hasilnya, penyedia indeks provider global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham Indonesia dari konstituen indeks karena dianggap sejumlah saham tersebut kurang investable. Dampaknya, dana-dana asing ikut keluar dari saham yang keluar dari indeks, dan memicu tekanan jual dari para investor. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
1 jam lalu

OJK Catat 71 Perusahaan Antre IPO, Potensi Dana Terhimpun Capai Rp49,84 Triliun

Nasional
2 jam lalu

MNC Forum ke-82, Hary Tanoesoedibjo Paparkan Pentingnya Pasar Modal untuk Kemajuan Ekonomi Negara

Nasional
2 hari lalu

IHSG Melemah, OJK Sebut Fundamental Pasar Modal RI Tetap Kuat

Bisnis
2 hari lalu

OJK Klaim Reformasi Pasar Saham Buahkan Hasil, Kepercayaan Investor Meningkat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal