Ombudsman Soroti Pengungsi Gempa M7,7 NTT Masih Tinggal di Tenda Tak Layak

Binti Mufarida
Pengungsi gempa NTT. (Foto: Kemendiktisaintek)

Selain mempercepat pembangunan huntara, Robert menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi kerusakan rumah yang cepat, akurat, dan akuntabel. Kepastian status kerusakan diperlukan agar masyarakat mengetahui apakah rumah mereka masuk kategori rusak ringan, sedang, atau berat.

“Jangan sampai ada masyarakat terdampak gempa bumi yang tidak mendapatkan informasi mengenai status kerusakan rumahnya, apakah masuk kategori rusak ringan, sedang, atau berat,” kata Robert.

Ombudsman juga menyoroti kebutuhan air bersih dan sarana penampungan air di Desa Paralando. Pemenuhan kebutuhan tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar selama masa pemulihan.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, serta Desa Robek dan Desa Paralando, Kabupaten Manggarai, masih berlangsung dengan fasilitas yang belum memadai. Para siswa masih belajar menggunakan terpal yang dinilai tidak layak dan kurang kondusif.

“Dibutuhkan tenda besar dari pemerintah untuk mengantisipasi kegiatan belajar mengajar selama masa transisi pemulihan,” ujar Robert.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
17 hari lalu

Jokowi Kunjungi Korban Gempa NTT di Sikka, Cek Rumah Warga yang Hancur

17 hari lalu

Jokowi Tiba di Maumere, Temui Warga Terdampak Gempa M7,7 NTT

2 hari lalu

Setelah Lapas Cibinong, Kini Harga Sultan Ada di Rutan Pondok Bambu

4 hari lalu

Bantah Kalapas, Ombudsman Sebut Ada CCTV di Hunian Mewah Lapas Cibinong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal