Operasi Gabungan KKP, Sasar Bahan Tambahan Pangan Berbahaya dan Importasi Ikan

Anindita Trinoviana
Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah lakukan operasi pengawasan serentak selama Ramadan di pasar tradisional dan toko modern yang menjual dan memasarkan produk perikanan. (Foto: dok KKP)

JAKARTA, iNews.idKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar operasi pengawasan gabungan terhadap bahan tambahan pangan berbahaya dan importasi ikan yang tidak sesuai peruntukan di Provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur selama Ramadan. 

Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono (Ipunk) dalam pernyataannya di Jakarta, menjabarkan bahwa operasi pengawasan yang bernama “Bulan Zero Tolerance bahan pangan berbahaya serta ikan impor yang tidak sesuai peruntukan” ini dilakukan untuk menegaskan kepada para pelaku bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan pemberian bahan tambahan pangan berbahaya seperti formalin dan boraks serta tindakan penjualan ikan impor yang tidak sesuai peruntukan.

“Zero tolerance, bahan tambahan berbahaya tersebut tidak boleh ada dalam produk perikanan,” tutur Ipunk.

Ipunk menjelaskan, bahwa larangan penggunaan bahan baku tambahan makanan dan bahan penolong yang dapat membahayakan kesehatan manusia telah diatur secara tegas dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Untuk itu, dia telah memerintahkan jajarannya untuk memberikan perhatian khusus terhadap masuknya ikan impor yang tidak sesuai peruntukannya, apalagi ikan impor yang berformalin.

“Salah satu fokus perhatian kami sebagai pengawas perikanan adalah menjamin produk perikanan bebas dari bahan tambahan pangan berbahaya,” ujar Ipunk.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
Bisnis
12 jam lalu

TelkomGroup Pastikan Infrastruktur Jaringan Nasional Tetap Andal Jelang Idulfitri 1447H 

Health
1 hari lalu

Tips Tetap Aktif di Usia 40-an, Jaga Kesehatan Sendi agar Bebas Bergerak

Bisnis
2 hari lalu

Warteg Gratis Alfamart Makin Meluas, Jangkau 34 Kota dan 102 UMKM pada 2026

Bisnis
2 hari lalu

Pegadaian Gandeng Industri Emas, Dorong Pembentukan Indonesia Bullion Market Association

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal