Gus Irfan menandaskan, dalam perubahan kebijakan layanan ini, standard operating procedure (SOP) harus dipedomani bersama agar tidak terjadi tumpang tindih tugas maupun kesalahan koordinasi.
Gus Irfan optimistis, dengan mengedepankan sikap adaptif dan kerja sama, tantangan dalam layanan haji ke depan bisa dihadapi dengan baik.
Kesuksesan penyelenggaraan haji pada 2026, menurut Gus Irfan, menjadi modal besar bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk memacu kualitas layanan haji 2027 menjadi lebih baik.