Panglima Jilah usai Bertemu Prabowo di Istana: Peladang Bukan Pemicu Karhutla!

Felldy Aslya Utama
Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah (tengah). (Foto: BPMI Setpres)

Panglima Jilah mengatakan tradisi berladang masyarakat adat telah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum berkembangnya perusahaan perkebunan berskala besar di Kalimantan.

Dalam praktiknya, masyarakat adat juga melakukan pengawasan ketika menggunakan api untuk membuka lahan. Pengawasan dilakukan agar api tetap terkendali dan tidak merambat ke kawasan hutan di sekitarnya.

"Ya kita masyarakat adat itu memang selalu monitoring Pak. Jadi kalau kita membakar di mana lahan ladang kita dibakar, di situ lah kita yang akan monitoring-nya. Dan itu tidak pernah terjadi namanya ada kebakaran hutan. Sebelum adanya perkebunan ya, di Kalimantan itu sudah ada namanya berladang. Dari zaman dulu, ribuan tahun yang lalu bahkan," ungkapnya.

Dia menambahkan, aturan terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar semestinya memperhatikan perbedaan antara praktik berladang masyarakat adat dengan aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan skala besar.

Menurut Panglima Jilah, masyarakat adat memiliki kearifan lokal dalam mengelola lahan, termasuk dalam penggunaan api untuk membuka ladang.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
7 jam lalu

Kabut Asap Pekat Karhutla Selimuti Palangka Raya, Siswa TK Hingga SMP Diliburkan

8 jam lalu

BRIN Kaji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla: Secara Teori Sangat Memungkinkan

9 jam lalu

Tegas! Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Orang Ditetapkan Tersangka

1 hari lalu

Karhutla Palangka Raya Membesar Diterpa Angin Kencang, 2 Petugas Terkepung Api

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal