JAKARTA, iNews.id - Konflik geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor pariwisata Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan strategi baru dengan membidik pasar wisatawan mancanegara dari Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Oceania.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi penurunan jumlah wisatawan asal Timur Tengah akibat ketidakpastian global yang masih berlangsung.
"Dinamika geopolitik di Timur Tengah ini tidak dipungkiri dapat berdampak pada jumlah wisatawan mancanegara yang datang dan juga devisa," ujar Widiyanti dalam konferensi pers Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, belum lama ini.
"Sehingga kami di Kementerian Pariwisata harus melakukan prepositioning dan juga melakukan strategi-strategi yang jitu untuk membuka pasar di Asia Tenggara, Timur, dan Oceania,” tambahnya.
Menurutnya, strategi diversifikasi pasar wisatawan menjadi langkah penting agar sektor pariwisata nasional tetap tumbuh di tengah tantangan global. Terlebih, wisatawan Timur Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang devisa besar bagi industri pariwisata Indonesia.