“Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” sambungnya.
Rico menegaskan, bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama. Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian.
“Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” jelas dia.
Sebelumnya, seorang personel perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL bernama Praka Farizal Rhomadhon tewas dalam insiden di tengah konflik Israel dan Lebanon. Tiga prajurit lainnya dilaporkan terluka akibat serangan pada Minggu (29/3/2026) kemarin.