"Jangan sampai kantor partai megah tetapi berjarak dengan rakyat. Kantor ini harus menjadi tempat rakyat yang diperlakukan tidak adil datang dan menemukan perlindungan," kata Hasto.
Menurutnya, kantor tersebut perlu menjadi ruang untuk berdiskusi, meningkatkan literasi, serta membangun gagasan mengenai masa depan daerah dan bangsa.
"Sejarah telah membuktikan bahwa pemimpin-pemimpin besar seperti Bung Karno dan Bung Hatta tidak lahir dari kemewahan. Mereka lahir dari rakyat kebanyakan yang bergumul langsung dengan penderitaan, kemiskinan, dan ketidakadilan, namun terus menggembleng diri dengan banyak membaca buku dan berdiskusi," kata Hasto.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Hasto didampingi Tim Hukum Johannes Oberlin Tobing, serta Juru Bicara PDIP Aryo Seno Bagaskoro dan Mohamad Guntur Romli.