"Artinya, dari 10 bayi yang lahir, dua di antaranya stunting," ujar Ono.
Menanggapi hal tersebut, Hasto menilai upaya menekan angka stunting harus dimulai dari edukasi kepada calon orang tua dan keluarga.
"Resep paling sederhana untuk mengatasi stunting adalah, Pak, harus sering bertemu dengan Ibu-ibu. Harus sering bertemu dengan mereka yang baru menikah, berikan pendidikan bagi mereka," tuturnya.
Hasto menegaskan, pemberian ASI yang bergizi menjadi fondasi untuk mencetak generasi unggul sekaligus calon pemimpin bangsa di masa depan.
"Indonesia unggul dibangun dari dini, dari sosok bayi yang diberikan ASI," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.
"Tahu enggak stunting itu 1.000 hari pertama kehidupan? 270 hari di dalam kandungan, 730 hari di luar. Stunting tidak harus pendek, tapi IQ-nya, Pak. Kalau IQ-nya di bawah, sama saja dia stunting," jelas Ribka.