Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan tol tidak hanya ditujukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pembangunan jalan tol tidak hanya tentang memperlancar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga bagaimana infrastruktur tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (18/10/2026).
Menurut dia, fasilitas pendukung seperti rest area perlu disiapkan dengan baik agar pengguna jalan memperoleh pelayanan yang memadai selama perjalanan.
Rest area kembar Cisumdawu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di Jalur A dan 9,5 hektare di Jalur B. Setelah pembangunan rampung, fasilitas yang tersedia mencakup area parkir, SPBU, masjid, toilet, minimarket, serta area UMKM dan kuliner.
Saat ini, pekerjaan konstruksi masih berlangsung di sejumlah bagian, mulai dari penataan jalan dan area parkir hingga pembangunan gedung serta fasilitas pendukung. Pekerjaan lainnya meliputi penggalian area shuttle bus, pengecoran beton kaku atau rigid pavement untuk kendaraan kecil dan kendaraan besar, pemadatan, serta pembangunan akses keluar menuju SPBU.
Kehadiran rest area tersebut diharapkan memberikan pilihan bagi pengguna Tol Cisumdawu untuk beristirahat, beribadah, dan memenuhi kebutuhan perjalanan tanpa harus keluar dari jalan tol. Selain meningkatkan kualitas layanan, penyediaan area UMKM dan kuliner juga diharapkan membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.
Meski demikian, pemanfaatan saat Nataru masih bergantung pada kesiapan fasilitas fungsional di lapangan. Sementara itu, pembangunan permanen Rest Area Kembar Cisumdawu tetap ditargetkan selesai pada 2027.