Selain pembangunan fisik barrier, Raja Juli juga menyosialisasikan proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan melalui mekanisme pasar karbon dan obligasi keanekaragaman hayati. Langkah ini diambil karena keterbatasan APBN dalam mengelola 57 taman nasional di Indonesia selama ini.
“Dalam merancang proyek ini, kami menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan keanekaragaman hayati TNWK yang tak ternilai harganya,” ujarnya.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah menyambut baik langkah pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan pembatas permanen adalah impian lama masyarakat Lampung Timur yang selama ini harus menanggung beban akibat konflik satwa liar.
"Masyarakat kami selama ini tidak hanya belum signifikan memperoleh manfaat dari keberadaan TNWK, tetapi juga terus menanggung dampak konflik dengan satwa liar. Kami sangat optimis bahwa pembangunan sistem pembatas ini menandai era baru bagi masyarakat," tutur Ela.