Pemerintah Bakal Gratiskan Vaksin Kanker Serviks, Dokter Unair: Bisa Turunkan Angka Kejadian

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi vaksin kanker serviks HPV

Selain itu, ia juga menyoroti masalah pemberian vaksin HPV yang disebut legitimasi seks bebas. Padahal, hal tersebut adalah dua hal yang berbeda dan seks bebas harus dihindari karena berisiko.

“Pemberian vaksin HPV bukan berarti 100 persen terproteksi dari kanker serviks. Tetapi vaksin HPV menurunkan risiko terjadinya kanker servik secara signifikan. Sehingga, hubungan seks bebas tetap harus dihindari,” ucap dr Brahmana.

Sementara itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengikuti vaksinasi HPV dan melakukan deteksi dini pap smear secara rutin bagi wanita yang telah aktif berhubungan seks hingga usia 65 tahun.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 bulan lalu

BPOM Pastikan Vaksin Tifoid Bio-TCV Aman Diberikan Mulai Bayi Usia 6 Bulan

2 bulan lalu

Vaksin Tifoid Pertama Buatan Indonesia Resmi Diluncurkan, BPOM Approved!

3 bulan lalu

Sama-Sama untuk Otak, Fungsi Vaksin Meningitis dan Japanese Encephalitis Berbeda

3 bulan lalu

Daftar Vaksin Dianjurkan untuk Orang Dewasa, Cegah Penularan Penyakit Berbahaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal