Pemerintah Masih Kaji Rencana Pemulangan Anak-Anak WNI Eks ISIS

Rizki Maulana
Diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk "WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan" di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). (Foto: iNews.id/Rizki Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah masih mengkaji rencana pemulangan anak-anak warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS dengan mempertimbangkan sejumlah hal. Saat ini pemerintah masih fokus mendata jumlah anak-anak WNI eks ISIS di luar negeri beserta keberadaannya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian mengatakan salah satu pertimbangan pemerintah adalah keberadaan anak-anak WNI eks ISIS yang sebagian besar masih terkonsentrasi di kamps khusus Suriah. Donny menyebut pemerintah masih mempertimbangkan kemungkinan mereka sudah terpapar ideologi radikal karena berbaur dengan eks ISIS dari berbagai negara.

"Mereka masih ada di kamp di Suriah. Foreign fighters itu tidak datang dari negara dengan pendapatan rendah, tetapi karena militansi ideologi. Ketika ideologi ini kembali ke Indonesia akan membahayakan. Itu yang masih dikaji," ucapnya dalam acara diskusi Polemik Trijaya bertajuk WNI Isis Dipulangkan atau Dilupakan di kawasan Wahid Hasyim, Sabtu (7/3/2020).

Donny menjelaskan pemerintah belum bisa menyampaikan hasil kajian sejauh ini kepada publik karena mempertimbangkan sejumlah hal. Menurut Donny, anak-anak, khususnya yang berstatus yatim piatu menjadi salah satu kelompok yang dipertimbangkan pemerintah untuk dipulangkan.

Menurutnya kelompok tersebut besar kemungkinan belum terpapar ideologi radikal. Donny menyebut usia mereka masih di bawah 17 tahun dan belum memiliki identitas resmi dari Indonesia.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

BNPT Ungkap Proses Radikalisasi Lewat Medsos Lebih Cepat, Cuma Butuh 3-6 Bulan

Nasional
3 bulan lalu

Awas! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris Buat Rekrut Anak-Anak

Internet
3 bulan lalu

Facebook Jadi Ladang Konten Radikal dan Terorisme, Ini Faktanya!

Nasional
3 bulan lalu

Komdigi Take Down 8.320 Konten Radikal Terorisme, Terbanyak di Facebook

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal