Pemerintah Siapkan 10.000 Tempat Tidur di 1.000 RS Khusus Pasien Covid-19

Riezky Maulana
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: ist)

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini menyampaikan, pemerintah terus berupaya melakukan pengujian sampel melalui metode RT-PCR secara masif. Pemerintah juga melakukan pelacakan riwayat kontak yang agresif untuk bisa melakukan isolasi setiap orang yang diduga terpapar Covid-19.

Hingga saat ini, Yuri memaparkan, pemerintah telah memeriksa 75.157 spesimen melalui metode RT-PCR dari hasil pelacakan riwayat kontak pasien positif Covid-19. Pemerintah juga telah mendistribusikan lebih dari 436 ribu reagen RT-PCR ke seluruh daerah di Indonesia untuk mempercepat pengujian sampel secara masif.

"Ini kunci tes kita bisa mencapai 10.000 lebih pemeriksaan Real Time-PCR setiap hari di seluruh Indonesia. Ini penting agar testing, tracing, treatment, dan ditambahkan dengan trimming movement ini jadi konsep utuh pegangan dalam pelaksanaan penanggulangan Covid-19," tuturnya.

Pemerintah juga tetap melakukan tes skrining dengan metode serologi terhadap lebih dari ratusan ribu orang dalam rangka identifikasi kemungkinan terpapar Covid-19 pada orang-orang kelompok kontak dekat. Selain itu skrining juga dilakukan sebagai monitoring petugas kesehatan yang kontak langsung dengan penderita Covid-19.

Pemerintah juga mengawasi ketat daerah-daerah dengan kasus positif tinggi. Dengan upaya itu diharapkan dapat menemukan kasus positif dengan cepat di tengah masyarakat, untuk kemudian dilakukan isolasi dan perawatan.

"Penting agar sumber penularan di tengah masyarakat bisa kita batasi, kita isolasi sehingga kasus penularan lebih lanjut bisa dikendalikan dengan baik," kata Yuri.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
14 hari lalu

Pesan Prabowo saat Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Jadilah Pelita Harapan bagi Masyarakat

23 hari lalu

Prabowo Ungkap Berhasil Selesaikan 110 Masalah dalam 18 Bulan: Bukan Prestasi Kecil 

1 bulan lalu

Prabowo: Indonesia Tak Mungkin Makmur kalau Korupsi Masih Merajalela

1 bulan lalu

Prabowo Sebut Banyak yang Tak Suka Pemerintah: Kampanyekan Indonesia Chaos di Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal