Pengamat Ungkap Penyebab Stok Beras Langka hingga Harga Melonjak

Tangguh Yudha
Ilustrasi beras langka dan mahal di pasaran sehingga meresahkan masyarakat. (Foto: Antara)

Situasi semakin kompleks dengan maraknya temuan beras oplosan. Menurut Khudori, hal ini menciptakan ketidakpastian usaha, terlebih setelah Satgas Pangan intens masuk ke pasar. 

Khudori menyebut banyak pelaku penggilingan dan pedagang dilema untuk menyalurkan stok. Sebab, di satu sisi mereka tidak bisa menjual beras dengan harga yang sesuai HET, namun di sisi lain akan disanksi jika tidak melepas stok.

"Penggilingan menahan stok karena ketika memproduksi beras dengan harga gabah Rp7.500 - Rp8.000 nggak mungkin menjual sesuai HET. Kalau menjual di atas HET dipersoalkan," ujar Khudori.

"Problemnya adalah kalau dua hari nggak disalurkan, dikenakan pasal penimbunan. Dilema kan. Nggak ada pilihan harus disalurkan meskipun rugi. Jadi buat penggilingan, buat pedagang itu sangat sulit," imbuhnya.

Khudori pun menyebut bahwa jika Satgas Pangan terlalu dalam masuk ke pasar, ditambah kebijakan pemerintah yang regresif, HPP naik, dan HET tidak disesuaikan, maka akan menekan margin keuntungan para pedagang.

"Ini buat mereka akan tidak ada insentif untuk melakukan stok. Ini berbahaya," ungkap Khudori.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Beras, Cabai hingga Daging Hari Ini Turun, Cek Rinciannya!

57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

57 tahun lalu

Pengamat Soroti Aturan Pajak Baru Kendaraan Listrik, Berpotensi Ganggu Investasi

57 tahun lalu

Eksklusif! Harga Beras Naik meski Swasembada, Wamentan Ungkap Faktanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal