Kelompok sosial ini bisa muncul secara alami atau disengaja. Sebagai makhluk sosial, manusia cenderung berkumpul dengan manusia lainnya daripada hidup sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kelompok sosial antara lain kesatuan genealogis atau faktor keturunan, kedekatan, dan kesamaan.
Kelompok sosial juga dapat terbentuk karena dorongan ingin merasa aman, pengembangan identitas diri, memenuhi kebutuhan pangan, meneruskan keturunan, hingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
Sebagai contoh, di masyarakat terdapat kelompok sosial seperti rukun tetangga (RT) yang merupakan perkumpulan bapak dan ibu rumah tangga di suatu wilayah.
Mengacu pada pengertian di atas, berikut beberapa ciri-ciri atau persyaratan kelompok sosial: