Penggunaan KRL juga dinilai berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon di kawasan metropolitan. Berdasarkan perhitungan emisi yang disampaikan KAI Commuter, kereta listrik atau Electric Multiple Unit (EMU) menghasilkan emisi per penumpang yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
“Menggunakan Commuter Line, per orang hanya menghasilkan emisi sebesar ±19 hingga 41 gram CO₂/km. Angka tersebut jauh di bawah angka penggunaan mobil pribadi yang menghasilkan emisi sebesar ±170 hingga 192 gram CO₂/km, atau sepeda motor yang menghasilkan emisi sebesar ±90 hingga 110 gram CO₂/Km setiap orangnya,” ujar Karina.
Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, KAI Commuter menyatakan akan melanjutkan peningkatan kualitas layanan. Sejumlah upaya yang disiapkan meliputi peningkatan keandalan sarana, modernisasi fasilitas stasiun, integrasi antarmoda, serta efisiensi operasional yang memperhatikan lingkungan.
Perusahaan juga berencana memperluas aksesibilitas layanan dan meningkatkan kemudahan transaksi digital agar perjalanan menggunakan transportasi publik semakin mudah, aman, dan nyaman.
"Oleh karena itu, KAI Commuter berkomitmen untuk terus berinovasi, mulai dari peningkatan keandalan sarana, modernisasi prasarana stasiun, integrasi antarmoda, hingga efisiensi operasional yang berwawasan lingkungan," ujar Karina.