Pengusaha Mal Waspadai Lonjakan Harga Barang, Dipicu Biaya Logistik Naik hingga Rupiah Melemah

Iqbal Dwi Purnama
Pengusaha mal waspadai lonjakan harga barang (foto: ilustrasi AI)

Menurut Alphonzus, kenaikan biaya produksi akan berdampak pada hampir seluruh kategori produk. Kenaikan biaya logistik dan energi memengaruhi baik produk impor maupun produk yang diproduksi di dalam negeri.

"Kalau barang impor tentu lebih terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Tetapi produk dalam negeri juga akan mengalami tekanan karena biaya energi, logistik, dan bahan bakunya meningkat. Jadi hampir semua kategori produk berpotensi mengalami kenaikan harga," ujarnya.

Meski demikian, Alphonzus menegaskan kenaikan harga merupakan pilihan terakhir bagi pelaku usaha ritel. APPBI berharap pemerintah mampu mengendalikan berbagai faktor yang mendorong kenaikan biaya produksi sebelum memasuki kuartal IV sehingga kenaikan harga barang dapat diminimalkan.

Apabila kenaikan biaya tidak dapat dihindari, para peritel akan menerapkan berbagai strategi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Langkah yang disiapkan antara lain menggunakan bahan baku alternatif yang lebih murah, menghadirkan produk dengan ukuran kemasan yang lebih kecil, hingga memperbanyak program promosi.

"Tujuannya agar masyarakat, terutama kelompok menengah bawah, tetap bisa membeli kebutuhan mereka meski terjadi penyesuaian harga," katanya.

Alphonzus juga menilai pemerintah perlu memprioritaskan upaya menjaga kondisi ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sehingga stabilitas daya beli perlu dijaga.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.763 per Dolar AS 

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Kembali Ditutup Melemah, Sentuh Rp17.744 per Dolar AS

4 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS

9 hari lalu

Destry Blak-blakan soal Rupiah Rp17.700: Nilainya Bisa Lebih Rendah dari Sekarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal