Penjelasan Kemenkes Seputar Fakta dan Mitos Imunisasi

Binti Mufarida
Ilustrasi, imunisasi anak. (Foto: Antara).

JAKARTA,iNews.id - Mitos seputar imunisasi yang beredar luas menimbulkan kekhawatiran dan stigma di masyarakat. Faktanya, tidak seperti kabar yang beredar.

Sesuai keterangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), biasanya orang tua menganggap bayi atau anak akan demam setelah imunisasi. Anggapan itu dinilai hanya mitos. Faktanya, demam merupakan salah satu reaksi imun tubuh terhadap antigen yang dimasukkan melalui proses imunisasi.

“Demam ringan, ruam merah, bengkak merah dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal dari tubuh. Biasanya akan hilang dalam 2-3 hari,” dikutip dari akun media sosial Kemenkes, Sabtu (21/11/2020).

Kemenkes juga menyampaikan, anggapan ASI bisa menggantikan vaksin merupakan mitos. Faktanya, ASI dan vaksin saling melengkapi dalam membangun kekebalan tubuh anak.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Health
24 jam lalu

Super Flu Subclade K Rentan Menyerang Anak-Anak, Waspada Jadi Penyakit Serius!

Health
1 hari lalu

Kenapa Subclade K Disebut Super Flu? Ini Penjelasan Ahli

Nasional
1 hari lalu

8 Provinsi di Indonesia Diserang Super Flu Subclade K, Total 62 Kasus!

Nasional
1 bulan lalu

5 Anak di Riau Meninggal Dunia akibat Flu Babi, Kemenkes Buka Suara!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal